RagaM iNFo

could be u need

  • September 2006
    M T W T F S S
        Oct »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Visiting here

    • 9,106 hits
  • Flickr Photos

    Fast-flying Falcon

    sunset and fishing nets

    Force of Life - Pushing Boundaries I

    Northern Channel || Bombo

    Cascades in the Narrows of Zion

    Glencoe // Scotland // Landscape

    Still life

    More Photos

Sex need

Posted by ommie on September 26, 2006

Layanilah Kebutuhan Seksualnya Dengan Baik

Tak ada kebahagiaan dan pahala besar yang diberikan Allah kepada pasangan suami istri (pasutri), kecuali mereka dapat saling memberikan apa yang paling dibutuhkan masing-masing pasutri pada waktu itu.

Seorang suami yang lelah pulang bekerja, lalu disambut sang istri dengan hangat. Selanjutnya istri menyediakan air dan perlengkapan mandi, membuatkan teh hangat dan menyiapkan makan malam. Maka istri akan memperoleh pahala besar dari Allah SWT. Karena si istri telah melakukan tindakan yang tepat pada saat yang tepat.

Sebaliknya, seorang suami yang selalu mendengarkan keluhan istrinya, lalu menolongnya dari kesulitan, suami tersebut akan mendapat pahala besar dari Allah Misalnya, suatu istri mengeluh bahwa ia merasa penat dengan beban pekerjaan rumah tangga, lalu sang suami menolongnya segera. Maka suami tersebut akan mendapat pahala kebaikan di sisi Allah SWT.

Tentu saja premis ini juga berlaku untuk kebutuhan-kebutuhan vital masing-masing pasutri, seperti kebutuhan seksual. Seorang suami atau istri dijanjikan Allah pahala besar, jika masing-masing dapat memuaskan pasangannya dalam hal pemenuhan hajat biologis ini. Dalam Islam dikenal dengan istilah jima’.

Setiap kali suami-istri melakukan jima’, Allah akan memberikan pahala yang besar bagi keduanya. Kapan saja seorang suami menggauli istrinya, maka baginya tercatat pahala shodaqoh. Sejauh ia tidak melakukannya dalam masa-masa yang dilarang Islam. Misalnya saat istri haid, nifas, dan sebagainya.

Tapi tahukah Anda? Bahwa di luar “waktu kegiatan spesial pasutri” itu ada waktu-waktu utama yang akan mendapat pahala istimewa pula bagi para pasutri.

Untuk masalah hubungan spesial pasutri ini, ada dua waktu paling tidak yang di dalamnya terdapat keistimewaan. Pertama, ketika suami pulang dari bepergian jauh dan waktu yang cukup lama. Kedua, ketika suami harus pulang mendadak karena ia terangsang birahinya saat berada di luar rumah.

Ketika pulang dari bepergian Pulang dari bepergian jauh, merupakan saat-saat yang mulia untuk melakukan jima’. Rasulullah SAW memberi tuntutan bagi para pasutri dalam melakukan jima’, di mana si suami baru saja pulang dari bepergian jauh yang lama waktunya.

Dari Jabir r.a, “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau datang dari bepergian, janganlah kembali kepada istrimu pada malam hari, agar ia dapat mencukur rambut kemaluannya lebih dulu dan merapikan dandanannya, serta lakukanlah jima’.” (HR. Khamsah kecuali An-Nasaa’i).

Hadits di atas mengisyaratkan dua pesan pada pasutri, pada kasus di mana suami baru pulang dari bepergian jauh. Pertama, suami dianjurkan tidak pulang pada malam hari, sehingga istri tidak memiliki persiapan khusus untuk menyambutnya. Kedua, perintah kepada istri untuk mempersolek dirinya secantik mungkin luar dalam, agar kehangatan hubungan-istimewa yang akan
dilakukan oleh keduanya dapat tercapai dengan sebaik-baiknya.

Salah satu hikmah bersegera berjima bagi suami yang baru pulang dari bepergian jauh adalah, menghibur hati istri yang telah lama kesepian. Istri telah begitu lama memendam kerinduan, gelisah di pembaringan selama suami tak ada. Maka jima yang dilakukan sang suami akan menjadi pelampiasan rindu dan sepi bagi istri. Insya Allah jima yang dilakukan pasutri pada
moment-moment seperti ini akan mendapat banyak kemaslahatan. Antara lain, akan semakin memperkokoh ikatan batin dan kasih sayang antara keduanya.

Hikmah lain adalah, praktek jima’ yang dilakukan suami setelah bepergian jauh, adalah untuk menghilangkan lintasan-lintasan pikiran negatif suami. Sehingga kehangatan layanan istri, akan menutup pikiran-pikiran negatif suami. Kehangatan pada saat ini jauh berbeda dibanding saat-saat biasa.

Tentu saja agar istri bisa bersiap-siap menyambut “pahlawannya”, sebaiknya seorang suami yang akan pulang dari bepergian jauh, terlebih dulu menginformasikan hal tersebut pada istrinya. Anjuran untuk tidak kembali pada malam hari, adalah agar istri juga tidak secara mendadak melayani suami tanpa persiapan fisik. Sebab fisik yang lelah akan mengurangi kehangatan
hubungan intim pasutri.

Selain itu, mungkin juga suami sangat lelah dan mengantuk saat pulang malam. Sehingga suami tidak optimal memanjakan istrinya yang sebetulnya sangat rindu ingin dimanjakan dan dicumbu.

Tapi sebaliknya, istri yang cerdas akan sanggup memupuskan kerinduan suaminya. Ia akan memberikan sambutan hangat dan berusaha membangkitkan syahwat suami. Ia harus mampu membius suami dengan kemanjaan dan kehangatan tanpa harus kehilangan kedewasaannya.

Ketika pulang mendadak,”Jika salah seorang di antara kamu melihat wanita cantik dan hatinya menjadi cenderung kepada wanita itu, maka ia harus pulang dan menemui istrinya, serta mendatanginya di tempat tidur, supaya ia terhindar dari pikiran yang kotor.” (HR Muslim)
Demikian pesan Rasulullah pada para suami yang cenderung naik syahwatnya ketika melihat wanita lain di luar rumah. Ini sebuah kondisi manusiawi yang bisa berlaku pada siapapun. Karena itu anjuran untuk segera pulang, adalah jalan keluar terbaik bagi suami yang mulai naik spaningn-ya.

Bagaimana sikap Anda jika suami Anda tiba-tiba kembali dari bepergian di luar jadwal semula. Lalu ia meminta Anda untuk melayani. Padahal Anda dalam keadaan belum siap? Masih bau bawang, cabai, atau keringat?

Tapi kesampingkan dulu masalah kurang persiapan tersebut. Saat itu yang lebih utama adalah, Anda harus menyambutnya dengan penuh kehangatan. Persiapkan diri segera, dan sambutlah hasrat seksual suami yang telah menggebu-gebu itu. Layani suami di tempat tidur sebaik-baiknya, sampai hajat seksualnya tuntas. Dengan begitu pikirannya tidak akan keruh.

Berbahagialah jika ternyata suami Anda pulang mendadak dan menyatakan ingin melampiaskan hajat seksualnya pada Anda, sekalipun Anda tidak siap. Sebab hal itu menandakan, suami Anda adalah orang yang berusaha menjaga agamanya kehormatan seksnya, serta memelihara kesetiaannya pada Anda.

Saat itu bukan saja suami telah mendapatkan kepuasan yang tiada terhingga dari Anda. Tapi lebih dari itu ia telah Anda selamatkan dari berlaku zina. Tentu saja yang lebih penting lagi adalah Anda berdua akan mendapat pahala besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. (sultoni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: